Wisuda Dokter Spesialis Neurologi Agustus 2020

Wisuda Dokter Spesialis Neurologi Agustus 2020

Sore yang tak bertuan empat tahun lalu.

Menapak jejak di Pulau Bali, bertemu mereka yang asing di awal.

Enam orang dengan latar belakang yang berbeda dipertemukan di Progam Studi Neurologi FK Unud.

Siang dan malam, hari demi hari, kita habiskan untuk bercerita pemikiran akan perjalanan panjang yang ditempuh.

Banyak kepala dengan segala kemauan aku dan kamu.

Semakin lama kita mengenal arti saudara.

Di ruang kecil tempat bercerita, taut sedih dan senang.

Saat langit masih hitam dan kita yang jarang mengenal rumah.

Kita menyandarkan beban ini tak sendirian.

Berpuluh-puluh cangkir kopi menemani setiap cerita saat terjaga.

Pada akhirnya, sampailah senja di ujung perjalanan.

Kita yang bersaudara.

Kita yang bertemu di tanah ini.

Dan mereka pembuka jalan ilmu.

Terimakasih……

Terimakasih karena tetap bertahan bersama.

Terimakasih karena tetap mau bercerita, melewati tajamnya kerikil.

Terimakasih karena sampai sekarang tetap menyebut kata ‘teman’.

Dalam langkah ini, tidak ada yang terburu-buru dan terlambat.

Sampai kita siap bersama-sama menceritakan pengalaman ini saat kembali pulang.

Dan terimakasih untuk para guru yang menghabiskan waktunya untuk mendidik dan membimbing kami hingga sampai pada titik ini.


Wisuda ke-137 ini bertempat di Departemen/KSM Neurologi FK Unud/RSUP Sanglah pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Seperti sebelumnya, wisuda dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selamat berbahagia kakak-kakak kami para Spesialis Neurologi baru:

  • dr. Pristanova Larasanti, Sp.N
  • dr. Putu Yudhi Nusartha Diputra, Sp.N
  • dr. AA Ayu Agung Pramaswari, Sp.N
  • dr. Gde Putra Dhyatmika, Sp.N
  • dr. Luh Nyoman Ari Trisnasanti, Sp.N
  • dr. Felix Adrian, B.Med.Sc, Sp.N

Semoga ilmu yang didapatkan selama masa pendidikan akan bermanfaat bagi banyak orang.

Written by 

5 thoughts on “Wisuda Dokter Spesialis Neurologi Agustus 2020”

  1. Terimakasih karena sampai sekarang tetap menyebut kata ‘teman’.

    Dalam langkah ini, tidak ada yang terburu-buru dan terlambat.

    Sampai kita siap bersama-sama menceritakan pengalaman ini saat kembali pulang.

    Bait itu benar-benar mengena.
    Teringat teman2 saya yang berjanji “kita masuk sama-sama, keluar sama-sama”.
    Untuk teman2 yang sedang berjuang di dunia residen, ingat lah teman2 yang bersama kalian berjuang dari awal hingga akhir. Residen itu susah. Tapi teamwork makes the dream work. Bravo Brainbow Udayana!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *