Tuberkulosis otak merupakan salah satu bentuk infeksi sistem saraf pusat yang sangat berat dan mematikan, serta menimbulkan tantangan diagnostik serta terapeutik yang kompleks, terutama ketika terjadi pada pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Status Imunokompromais pada pasien HIV sering kali mengubah manifestasi klinis, respons inflamasi, serta profil laboratorium dan radiologis dari tuberkulosis otak, sehingga berdampak langsung pada derajat keparahan penyakit.
Dalam dunia medis modern, pemahaman mengenai perbedaan karakteristik klinis, derajat keparahan, gambaran neuroradiologis, serta kadar protein dalam cairan serebrospinal antara pasien tuberkulosis otak dengan HIV dan non-HIV menjadi sangat penting. Perbedaan parameter ini dapat membantu klinisi dalam melakukan deteksi dini, memprediksi luaran klinis, serta merumuskan strategi penatalaksanaan yang lebih spesifik dan komprehensif bagi kelompok pasien yang rentan tersebut.
Sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan di bidang neurologi, pada Rabu, 9 September 2026, telah diselenggarakan Sidang Tesis Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan ini bertempat di Ruang Pertemuan Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sekretariat Departemen/KSM Neurologi FK Unud/RS Ngoerah, Denpasar.
Sidang tesis ini dipresentasikan oleh dr. Ellen Ferlita Tirtana dengan judul: “Perbedaan Derajat Keparahan, Gambaran Radiologis, dan Kadar Protein Cairan Serebrospinal Tuberkulosis Otak Pada Pasien Dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Non-HIV.”
Dalam pemaparannya, dr. Ellen Ferlita Tirtana mengkaji perbandingan komprehensif mengenai manifestasi keparahan penyakit, profil radiologis, dan kadar protein cairan serebrospinal pada pasien tuberkulosis otak dengan latar belakang status HIV positif versus non-HIV. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bermakna dalam memperkaya khazanah diagnostik neuroinfeksi, serta meningkatkan ketepatan penanganan klinis pada pasien infeksi susunan saraf pusat dengan komorbiditas khusus.
Adapun tim pembimbing dalam penelitian ini adalah:
Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.N, Subsp. NIITCC(K) selaku Pembimbing I
Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.N, Subsp. NIITCC(K) selaku Pembimbing II
Sementara itu, tim penguji yang turut memberikan masukan ilmiah terdiri dari:
Dr. dr. Anak Agung Ayu Putri Laksmidewi, Sp.N, Subsp. NGD(K)
Dr. dr. Kumara Tini, Sp.N, Subsp. NIOO(K), FINS, FINA
dr. A.A.A. Suryapraba Indradewi K, Sp.N, Subsp. NIITCC(K)
Pelaksanaan sidang tesis berlangsung dengan lancar dan diwarnai dengan diskusi ilmiah yang konstruktif serta mendalam antara peserta sidang dan dewan penguji. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam pengembangan ilmu neurologi, khususnya pada bidang neuroinfeksi dan neuroimunologi, serta bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.
