Peringatan Hari Stroke Sedunia 2025: Bersatu untuk Melawan Stroke

Peringatan Hari Stroke Sedunia 2025: Bersatu untuk Melawan Stroke 6

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia. Mengingat setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke, pengetahuan tentang gejala awal dan pentingnya membawa pasien segera ke rumah sakit menjadi kunci untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan.

Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day / WSD) yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober, Divisi Neurovaskular Departemen Neurologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah / Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bekerja sama dengan PERDOSNI Cabang Denpasar menggelar kegiatan edukatif bagi tenaga kesehatan layanan primer dan kader kesehatan puskesmas se-Kodya Denpasar. Tahun ini, WSD mengusung tema “Coming Together to Beat Stroke” atau “Bersatu untuk Melawan Stroke”, yang menekankan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan stroke.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025 di Ruang Pertemuan Poliklinik Lantai 5 RSUP Ngoerah ini dihadiri oleh berbagai tenaga kesehatan dari puskesmas dan klinik, serta kader kesehatan. Acara dibuka dengan sambutan dari dr. Ni Putu Witari, Sp.N(K) selaku Ketua Panitia, Prof. Dr. dr. I Made Oka Adnyana, Sp.N(K) selaku Kepala Departemen Neurologi Udayana, Dr. dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp.N(K) selaku Ketua PERDOSNI Denpasar, serta dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Selaku Direktur Utama RSUP Ngoerah.

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai stroke, terapi r-tPA, dan prosedur trombektomi oleh dr. Nyoman Angga Krishna Pramana, Sp.N(K), FINR, FINA, dilengkapi dengan pemutaran video edukatif dan testimoni pasien yang telah menjalani tindakan trombektomi di RSUP Ngoerah. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan gambaran nyata tentang efektivitas penanganan cepat dan tepat dalam menyelamatkan fungsi otak pasien.

Talkshow inspiratif bersama penyintas stroke, yang menghadirkan kisah nyata perjuangan pasien dalam proses pemulihan, menumbuhkan semangat dan kesadaran bahwa stroke bisa dihadapi dengan dukungan keluarga dan penanganan medis yang optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan tenaga kesehatan dapat semakin waspada terhadap tanda-tanda awal stroke dan memahami pentingnya waktu dalam penanganannya. Dengan rujukan cepat dan tepat, terapi utama seperti trombolisis dan trombektomi dapat diberikan secara optimal, sehingga angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan.

Acara ditutup dengan sesi doorprize dan foto bersama seluruh peserta, menandai semangat kolaboratif dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar dan tanggap terhadap stroke.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published.