Salah satu residen Program Studi Neurologi Universitas Udayana, Dr. dr. Tjokorda Istri Pramitasuri, M.Biomed, turut membawa Program Studi Neurologi Udayanan dalam ajang ilmiah bergengsi tingkat regional, 2nd ASEAN Neuro Interventional Association (ANIA) Conference 2025, yang diselenggarakan di JS Luwansa Hotel, Jakarta pada 13–18 Oktober 2025. Konferensi ini mengusung tema “Interventional Neurology in Neurology Comprehensive Management” dan dihadiri oleh para pakar neurologi intervensi dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Tjok Mita mempresentasikan poster ilmiah berjudul “Braided Stent as A Stent Monotherapy for Dissecting Fusiform Posterior Inferior Cerebellar Artery (PICA) Aneurysm.” Kasus ini menyoroti aneurisma PICA, salah satu kondisi yang melibatkan arteri berdiameter kecil pada sirkulasi posterior otak.
Pada kasus ini, terdapat dua pilihan terapi utama, yakni coiling dan stenting. Namun, karena sirkulasi kolateral pada pasien kurang baik, tim memutuskan untuk melakukan stent monotherapy. Pada beberapa saran klinis Internasional, tindakan tersebut dapat menggunakan flow diverter dengan ukuran kecil, tetapi keterbatasan alat di Indonesia mendorong penggunaan baby braided stent sebagai alternatif inovatif. Pendekatan ini terbukti memberikan hasil klinis yang baik, menunjukkan keberhasilan strategi penanganan yang cermat dan adaptif.
Karya ilmiah ini dibimbing oleh dua pakar neurologi intervensi Universitas Udayana, yaitu Dr. dr. Kumara Tini, Sp.N(K), FINS, FINA dan dr. Nyoman Angga Krishna Pramana, Sp.N(K), FINR, FINA.
Partisipasi dr. Tjok Mita dalam forum ilmiah internasional ini menegaskan komitmen Program Studi Neurologi Universitas Udayana dalam mendorong residen untuk terus berinovasi, mengembangkan kompetensi, serta berkontribusi aktif dalam kemajuan neurologi intervensi di Indonesia dan kawasan ASEAN. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi Udayana dalam mencetak dokter spesialis neurologi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

