Residen Neurologi Udayana Presentasikan Karya Ilmiah pada MIELUM XIV 2026

Residen Neurologi Udayana Presentasikan Karya Ilmiah pada MIELUM XIV 2026

Residen Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana kembali menunjukkan kiprah akademiknya melalui partisipasi aktif dalam Malang Integrated Education in Neurology Meeting (MIELUM) XIV 2026, yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Grand Mercure Malang Mirama, Malang. MIELUM merupakan kegiatan ilmiah bidang neurologi yang menjadi forum pendidikan kedokteran berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, serta pembahasan perkembangan terkini dalam diagnosis dan tata laksana penyakit neurologis.

Mengusung tema “Navigating the New Era of Neurology: Innovation, Precision, and Integration,” MIELUM XIV 2026 menyoroti pentingnya inovasi, pendekatan diagnostik dan terapeutik yang presisi, serta integrasi multidisiplin dalam menghadapi kompleksitas penyakit neurologis. Rangkaian kegiatan terdiri atas simposium, workshop, diskusi ilmiah, serta presentasi karya ilmiah yang mencakup berbagai bidang neurologi.

Dalam kesempatan tersebut, tiga Residen Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana turut berpartisipasi sebagai presenter ilmiah dengan membawakan karya yang mengangkat pemanfaatan biomarker, tantangan diagnostik, serta tata laksana penyakit neurologis kompleks, yaitu:

dr. Dewa Ayu Lidya Dwiani
Integrated Biomarker Profile (NLR, eGFR, and Electrolytes) as Indicator of Vascular Burden in Stroke Patients with Chronic Hypertension: A Serial Case Report

dr. Natalie Beatrice Horasia
When Diffuse Large B-Cell Lymphoma Reaches the Brain: Diagnostic and Therapeutic Challenges in Secondary Central Nervous System Lymphoma

dr. Elma Shari Pagehgiri
Glioblastoma Mimicking a Brain Abscess in a Young Adult: Diagnostic Pitfalls and the Value of Advanced MRI—A Case Report

Ketiga karya ilmiah tersebut menggambarkan luasnya spektrum permasalahan yang dapat dijumpai dalam praktik neurologi. Laporan mengenai profil biomarker terintegrasi pada pasien stroke dengan hipertensi kronis menyoroti potensi pemanfaatan neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR), estimated glomerular filtration rate (eGFR), dan elektrolit sebagai indikator untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai beban vaskular pasien. Pendekatan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan proses inflamasi sistemik, fungsi ginjal, serta gangguan metabolik dalam evaluasi klinis pasien stroke.

Laporan mengenai keterlibatan sistem saraf pusat pada diffuse large B-cell lymphoma menyoroti tantangan dalam mendiagnosis dan menangani secondary central nervous system lymphoma. Kondisi tersebut dapat memberikan manifestasi klinis dan radiologis yang beragam sehingga memerlukan korelasi antara perjalanan penyakit, pemeriksaan pencitraan, hasil histopatologi, serta respons terhadap terapi. Kasus ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan keterlibatan sistem saraf pusat pada pasien dengan riwayat limfoma sistemik.

Sementara itu, laporan kasus glioblastoma pada dewasa muda yang menyerupai abses otak menunjukkan adanya tumpang tindih gambaran klinis dan radiologis antara proses infeksi dan neoplasma. Lesi dengan nekrosis sentral, edema perifokal, serta ring enhancement dapat ditemukan pada kedua kondisi tersebut dan berpotensi menimbulkan kesulitan maupun keterlambatan diagnosis. Pemanfaatan advanced MRI, disertai evaluasi klinis dan konfirmasi histopatologis, berperan penting dalam membedakan abses otak dari keganasan serta menentukan tata laksana yang tepat.

Keikutsertaan dalam MIELUM XIV 2026 mencerminkan komitmen Residen Neurologi Universitas Udayana untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu neurologi melalui penelitian, penyusunan laporan kasus, serta diseminasi pengetahuan di tingkat nasional. Forum ini juga menjadi sarana bagi para residen untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan karya ilmiah, bertukar pengalaman klinis, memperoleh wawasan mengenai perkembangan terbaru dalam bidang neurologi, dan memperluas jejaring akademik dengan para ahli serta peserta dari berbagai institusi di Indonesia.

Partisipasi aktif dalam MIELUM XIV 2026 diharapkan semakin memperkuat peran Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana dalam mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pelayanan neurologi. Melalui forum ilmiah seperti ini, para residen tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan neurologi yang inovatif, presisi, terintegrasi, berbasis bukti, serta berorientasi pada keselamatan dan luaran terbaik bagi pasien.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published.