Pulau Dewata kembali menjadi sorotan dunia internasional, kali ini sebagai tuan rumah The 16th Biennial Convention of the ASEAN Neurological Association (ASNA) 2025, sebuah ajang ilmiah prestisius di bidang neurologi yang mengusung tema “Advancing Knowledge, Fostering Collaboration, and Improving Patient Care within the Field of Neurology.” Acara ini berlangsung dengan sukses di Bali Sunset Road Convention Center dari tanggal 6 hingga 10 Agustus 2025, dan dihadiri oleh ratusan Dokter Spesialis Neurologi, Residen Neurologi, dan Dokter Umum dari berbagai negara di kawasan ASEAN.


ASNA 2025 terselenggara berkat kerja sama erat antara ASEAN Neurological Association dan Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdossi). Perhelatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman klinis terkini, tetapi juga mempererat hubungan profesional antar-negara dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di bidang neurologi.

ASNA 2025 dimulai dengan 13 workshop yang digelar pada 6–7 Agustus 2025, mencakup berbagai topik penting seperti neuroimaging, epilepsi, stroke, neuromuscular disorders, dan neurointervensi. Workshop-workshop ini mendapat sambutan luar biasa dari para peserta karena memberikan sesi praktikal yang aplikatif serta dipandu oleh instruktur internasional yang berpengalaman di bidangnya.
Acara puncak dimulai pada 8 Agustus 2025 dengan Opening Ceremony yang berlangsung di Ballroom Bali Sunset Road Convention Center. Simposium ilmiah yang berlangsung selama dua hari penuh menghadirkan deretan pembicara terkemuka, termasuk Presidential Speaker Prof. Lim Kheng Seang, MD, Ph.D (Malaysia), serta Dodik Tugasworo, MD, MH, Ph.D. (Indonesia). Simposium dilanjutkan dengan sesi Plenary Symposium dan Parallel Symposium, yang mempertemukan para ahli dari negara-negara ASEAN. Selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti paparan materi maupun berdiskusi aktif. Tidak sedikit peserta yang menyampaikan bahwa materi yang dibahas sangat relevan dengan tantangan klinis yang mereka hadapi di negara masing-masing, khususnya dalam menghadapi tren penyakit neurologi yang semakin kompleks di era modern.

Pada hari penutupan simposium, yaitu 9 Agustus 2025, diumumkan para pemenang lomba poster ilmiah, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap perkembangan ilmu neurologi. Selain itu, para peserta juga dimanjakan dengan pembagian doorprize yang meriah, sebagai penutup yang ringan dan menyenangkan dari sesi ilmiah yang padat.

Pada 10 Agustus 2025, rangkaian kegiatan ditutup dengan acara Neurorun sejauh 5 kilometer, yang diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang—dokter, mahasiswa, hingga keluarga peserta. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat keakraban, tetapi juga menegaskan pentingnya gaya hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan penyakit neurologi.
