Ujian Tesis Akhir Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana (dr. Nina)

Ujian Tesis Akhir Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana (dr. Nina)

Kanker payudara merupakan penyebab utama mortalitas akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Salah satu komplikasi paling serius dari penyakit ini adalah metastasis serebral, yang secara signifikan menurunkan kualitas hidup serta membantu prognosis pasien. Salah satu faktor biologi yang diketahui berperan dalam agresivitas tumor dan kecenderungan metastasis ke sistem saraf pusat adalah ekspresi berlebih Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2).

Berangkat dari dasar ilmiah tersebut, dr. Sakinah Marie Sanad, Sp.N mengangkat topik penelitian tesis berjudul:
“Ekspresi Protein Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2) Positif sebagai Faktor Risiko Metastasis Serebral pada Penderita Kanker Payudara.”

Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara ekspresi HER-2 positif dengan kejadian metastasis serebral pada pasien kanker payudara. Temuan ini memperkuat bukti bahwa faktor biologis tumor, khususnya ekspresi HER-2 positif, memiliki peran penting dalam terjadinya metastasis ke otak pada pasien kanker payudara. Oleh karena itu, pemeriksaan ekspresi HER-2 perlu menjadi bagian dari evaluasi rutin untuk membantu deteksi dini risiko metastasis serebral dan perencanaan strategi terapi yang lebih optimal.

Dosen Pembimbing:

  1. Prof. Dr. dr. I Made Oka Adnyana, Sp.N(K)
  2. ⁠Dr. dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc, Sp.N(K)

Dosen Penguji:

  1. dr. I Gede Budhi Setiawan, Sp.B, Subsp. Onk.(K)
  2. ⁠Dr. dr. Kumara Tini, Sp.N(K), FINS, FINA
  3. ⁠Dr. dr. Ketut Widyastuti, Sp.N(K)

Ujian tesis berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif dan interaktif. Setelah dinyatakan lulus, dr. Sakinah M. Sanad resmi menjadi alumni ke-156 Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Departemen Neurologi FK Unud/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dalam mendukung penelitian berbasis bukti yang fokus pada neuro-onkologi, sekaligus memperkuat peran akademisi klinisi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan ilmu neurologi.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published.