Meningitis bakteri akut merupakan salah satu kegawatdaruratan neurologis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat karena tingginya risiko morbiditas dan mortalitas jangka panjang. Salah satu komplikasi sensoris yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien adalah gangguan pendengaran berupa tuli sensorineural. Keterlambatan diagnosis maupun inisiasi terapi, serta manifestasi cairan serebrospinal tertentu seperti penurunan kadar glukosa, diketahui memegang peranan penting dalam menentukan beratnya komplikasi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap faktor-faktor klinis dan laboratorium yang dapat memprediksi tingkat keparahan komplikasi pendengaran pada meningitis bakteri terus berkembang. Parameter seperti kadar hipoglikorakia (penurunan kadar glukosa dalam cairan serebrospinal) serta durasi keterlambatan atau waktu inisiasi terapi empiris lebih dari 72 jam menjadi indikator krusial yang diduga kuat berkontribusi terhadap progresivitas kerusakan saraf kranial, khususnya nervus vestibulokoklearis.
Sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan di bidang neurologi, pada Rabu, 26 Agustus 2026, telah diselenggarakan Sidang Tesis Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan ini bertempat di Ruang Pertemuan Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sekretariat Departemen/KSM Neurologi FK Unud/RS Ngoerah, Denpasar.
Sidang tesis ini dipresentasikan oleh dr. I Gusti Agung Ayu Gita Lavenia Shanty dengan judul: “Hipoglikorakia dan Waktu Inisiasi Terapi Empiris >72 Jam Sebagai Prediktor Tingkat Keparahan Tuli Sensorineural Pada Meningitis Bakteri Akut Dewasa di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.”
Dalam pemaparannya, dr. I Gusti Agung Ayu Gita Lavenia Shanty mengkaji bagaimana pengaruh kadar hipoglikorakia serta keterlambatan inisiasi terapi empiris terhadap derajat keparahan tuli sensorineural pada pasien dewasa dengan meningitis bakteri akut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat dasar penatalaksanaan klinis, meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi pendengaran, serta memperbaiki luaran terapi pasien secara keseluruhan.
Adapun tim pembimbing dalam penelitian ini adalah:
Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.N, Subsp. NIITCC(K) selaku Pembimbing I
Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.N, Subsp. NIITCC(K) selaku Pembimbing II
Sementara itu, tim penguji yang turut memberikan masukan ilmiah terdiri dari:
Dr. dr. A. A. A. Putri Laksmidewi, Sp.N, Subsp. NGD(K)
Dr. dr. Desak Ketut Indrasari Utami, Sp.N, Subsp. NNET(K)
dr. A.A.A. Suryapraba Indradewi K, Sp.N, Subsp. NIITCC(K)
Pelaksanaan sidang tesis berlangsung dengan lancar dan diwarnai dengan diskusi ilmiah yang interaktif serta konstruktif antara peserta sidang dan dewan penguji. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu neurologi, khususnya di bidang neuroinfeksi dan neuroimunologi, serta menjadi acuan penting bagi pengembangan tata laksana kasus serupa.
