
Meningitis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk infeksi sistem saraf pusat yang masih menjadi tantangan besar dalam praktik klinis, khususnya di negara berkembang. Penyakit ini tidak hanya memiliki angka morbiditas yang tinggi, tetapi juga berisiko menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, identifikasi faktor-faktor prediktor yang dapat membantu menentukan prognosis pasien menjadi sangat krusial dalam upaya meningkatkan luaran klinis.
Salah satu pendekatan yang saat ini banyak diteliti adalah penggunaan parameter cairan serebrospinal (CSS), seperti kadar protein dan rasio glukosa CSS-serum. Peningkatan kadar protein CSS mencerminkan proses inflamasi dan kerusakan sawar darah otak, sementara penurunan rasio glukosa CSS-serum menunjukkan gangguan metabolisme akibat infeksi. Kombinasi kedua parameter ini diduga memiliki nilai prognostik yang penting, khususnya dalam memprediksi risiko kematian pada pasien meningitis tuberkulosis dewasa.
Sebagai bagian dari upaya ilmiah untuk mengkaji hal tersebut, pada Rabu, 4 Maret 2026, telah diselenggarakan Sidang Tesis Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan ini bertempat di Ruang Pertemuan Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sp.S, Sekretariat Departemen/KSM Neurologi FK Universitas Udayana/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.
Sidang tesis ini dipresentasikan oleh dr. Kiky Monica Soesanto (NIM: 2271061004) dengan judul: “Kadar Protein CSS Tinggi dan Rasio Glukosa CSS–Serum Rendah Sebagai Prediktor Kematian Kasus Meningitis Tuberkulosis Dewasa di RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah.”
Dalam pemaparannya, dr. Kiky Monica mengulas peran parameter CSS sebagai indikator penting dalam menilai derajat keparahan penyakit serta risiko kematian pada pasien meningitis tuberkulosis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam praktik klinis, khususnya dalam membantu dokter menentukan stratifikasi risiko dan pendekatan tata laksana yang lebih optimal.
Adapun tim pembimbing dalam penelitian ini adalah:
- Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.N, Subsp.NIITCC(K) selaku Pembimbing I
- Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.N, Subsp.NIITCC(K) selaku Pembimbing II
Sementara itu, tim penguji yang turut memberikan masukan ilmiah terdiri dari:
- Dr. dr. A.A.A. Putri Laksmidewi, Sp.N, Subsp.NGD(K)
- Dr. dr. Kumara Tini, Sp.N, Subsp.NIIOO(K)
- dr. I Komang Arimbawa, Sp.N, Subsp.NNET(K)
Pelaksanaan sidang tesis berlangsung dengan lancar dan penuh diskusi ilmiah yang konstruktif antara peserta sidang dan dewan penguji. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti ilmiah dalam bidang neuroinfeksi, khususnya terkait faktor prognostik pada meningitis tuberkulosis.
Dengan terselenggaranya sidang tesis ini, dr. Kiky Monica Soesanto secara resmi menyelesaikan tahapan akhir pendidikan pada Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan berhasil menjadi alumni ke-162, sekaligus menambah deretan lulusan yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu neurologi di Indonesia.
