Ujian Tesis Akhir dr. Made Sebastian Dwi Putra Hardika

Ujian Tesis Akhir dr. Made Sebastian Dwi Putra Hardika
Ujian Tesis Akhir dr. Made Sebastian Dwi Putra Hardika

Meningitis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk infeksi sistem saraf pusat yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama pada populasi dewasa di negara berkembang. Kondisi ini sering kali menimbulkan komplikasi neurologis berat serta luaran klinis yang buruk apabila tidak dikenali dan ditangani secara dini. Oleh karena itu, identifikasi faktor prediktor yang sederhana, cepat, dan mudah diakses menjadi sangat penting dalam menentukan prognosis pasien.

Salah satu parameter yang kini semakin banyak diteliti adalah rasio neutrofil-limfosit (neutrophil-to-lymphocyte ratio/NLR) dalam serum. Rasio ini mencerminkan keseimbangan respons inflamasi sistemik dan imun adaptif, yang berperan penting dalam patofisiologi infeksi tuberkulosis. Peningkatan NLR diduga berkorelasi dengan derajat inflamasi yang lebih berat dan berpotensi menjadi indikator luaran klinis yang kurang baik pada pasien meningitis tuberkulosis.

Sebagai upaya untuk mengkaji hubungan tersebut, pada Senin, 9 Februari 2026, telah diselenggarakan Sidang Tesis Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sp.S, Sekretariat Departemen/KSM Neurologi FK Universitas Udayana/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Sidang tesis ini dipresentasikan oleh dr. Made Sebastian Dwi Putra Hardika (NIM: 2271061002) dengan judul: “Rasio Neutrofil Limfosit Serum Tinggi Sebagai Prediktor Luaran Klinis Buruk pada Penderita Meningitis Tuberkulosis Dewasa.”

Dalam pemaparannya, dr. Sebastian mengulas peran rasio neutrofil-limfosit sebagai biomarker inflamasi yang berpotensi digunakan dalam praktik klinis sehari-hari. Penelitian ini menitikberatkan pada hubungan antara nilai NLR yang tinggi dengan luaran klinis pasien meningitis tuberkulosis dewasa, dengan harapan dapat membantu klinisi dalam stratifikasi risiko serta pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan cepat.

Adapun tim pembimbing dalam penelitian ini adalah:

1.⁠ ⁠Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.N, Subsp.NIITCC(K) selaku Pembimbing I
2.⁠ ⁠Dr. dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp.N, Subsp.NN(K), FMIN selaku Pembimbing II

Sementara itu, tim penguji yang turut memberikan masukan ilmiah terdiri dari:

1.⁠ ⁠Dr. dr. Desak Ketut Indrasari Utami, Sp.N, Subsp.NNET(K)
2.⁠ ⁠Dr. dr. Ketut Widyastuti, Sp.N, Subsp.NGD(K)
3.⁠ ⁠dr. A. A. Ayu Suryapraba Indradewi K., Sp.N, Subsp.NIITCC(K)

Pelaksanaan sidang tesis berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan diskusi ilmiah yang mendalam antara peserta sidang dan dewan penguji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan penilaian prognostik pada meningitis tuberkulosis, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam bidang neuroinfeksi.

Dengan terselenggaranya sidang tesis ini, dr. Made Sebastian Dwi Putra Hardika secara resmi menyelesaikan tahapan akhir pendidikan pada Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan berhasil menjadi alumni ke-159, sekaligus menambah deretan lulusan yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu neurologi di Indonesia.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published.