Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) merupakan salah satu efek samping tersering dan paling melemahkan dari kemoterapi pada pasien kanker, termasuk kanker serviks. Gejala neuropati perifer seperti kesemutan, nyeri, dan kelemahan motorik dapat mengganggu kualitas hidup pasien serta membatasi kelanjutan terapi kemoterapi. Oleh karena itu, diperlukan biomarker yang sensitif dan spesifik untuk mendeteksi kerusakan saraf sejak dini.
Salah satu kandidat biomarker yang menjanjikan adalah Neurofilament Light Chain (NfL), yaitu protein struktural neuron yang dilepaskan ke dalam darah saat terjadi kerusakan akson. Kadar serum NfL telah digunakan dalam berbagai penelitian neurodegeneratif dan kini mulai dieksplorasi dalam konteks neurotoksisitas akibat kemoterapi.
Menjawab tantangan ini, pada Senin, 19 Mei 2025, telah diselenggarakan Ujian Tesis Akhir Program Studi Spesialis Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, bertempat di Ruang Pertemuan Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Sp.S, Sekretariat Departemen/KSM Neurologi FK Unud/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar.
Ujian ini dipresentasikan oleh dr. Made Ratna Dewi Setiawan dengan judul tesis:
“Perbedaan Kadar Neurofilament Light Chain Serum pada Penderita Kanker Serviks dengan dan tanpa Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy”
Dalam pemaparannya, dr. Ratna menjelaskan bahwa kadar NfL serum secara signifikan lebih tinggi pada pasien kanker serviks yang mengalami neuropati akibat kemoterapi dibandingkan dengan yang tidak. Penelitian ini menyoroti potensi NfL sebagai biomarker objektif untuk deteksi dini dan monitoring kerusakan saraf pada populasi pasien onkologi.
Dosen Pembimbing:
1. Prof. Dr. dr. I Made Oka Adnyana, Sp.N(K)
2. Dr. dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc, Sp.N(K)
Dosen Penguji:
1. Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.N(K)
2. dr. I Komang Arimbawa, Sp.N(K)
3. dr. A. A. Ayu Suryapraba Indradewi K., Sp. N(K)

Diharapkan, hasil penelitian ini dapat mendorong pemanfaatan NfL sebagai alat skrining dan evaluasi klinis dalam mencegah progresivitas neuropati perifer, serta mendukung keberlanjutan terapi kanker secara optimal.
Setelah menyelesaikan Ujian Tesis Akhir Program Studi Spesialis Neurologi Universitas Udayana, dan dinyatakan lulus, maka dengan ini dinyatakan bahwa dr. Made Ratna Dewi Setiawan sebagai alumni ke-151.
Selamat kepada dr. Ratna yang sudah melewati tahap akhir studi ini. Selamat bertemu di acara wisuda dan dilepas secara resmi sebagai Dokter Spesialis Neurologi.
